Senin, 02 Mei 2011

Kebudayaan Jepang


Jepang disebut juja sebagai Nihon dan Nippon yang artinya “Negara/negeri matahari terbit”. Selain itu Jepang juja dijuluki sebagai Negara sakura. Mengapa demikian? Karena bunga sakura hanya tumbuh di Negara Jepang pada saat musim semi, sehingga digelarlah perayaan Hanami sebagai symbol kebahagiaan karena datangnya musim semi.dan mekarnya bunga sakura. Setiap budayanya mempunyai arti tersendiri. Sampai saat ini orang orang Jepang mampu melestarikan kebudayaannya sendiri dan tidak terpengaruh oleh budaya modern.

Berikut adalah 2 kebudayaan Jepang dari sekian banyak kebudayaan yang dimilikinya:

 1.     Perayaan Hanami
Perayaan untuk melihat bunga sakura, yang merupakan perayaan tahunan dinegara Jepang sebagai lambing kebahagian karena tibanya musim semi, tepatnya pada bulan April. Dalam perkembangannya budaya ini lebih bersifat ajak rekreasi dibawah pohon sakura bersama keluarga dan orang orang tersayang.

 
















 2.     Geisha
Bnyak yang mengartikan kalau Geisha it adalah seorang wanita yang menghibur, melayani para kliennya. Ternyata Geisha itu awalnya adalah seorang pria penghibur lebih tepatnya yaitu pelawak. Seorang Geisha dituntut memiliki multitalent, seperti pandai bermain music, menari, menyanyi, berbicara tentang banyak hal, dll. Oleh karena itu untuk menjadi Geisha sejati seorang Geisha kecil harus mengikuti pelatihan khusus, seperti mempelajari cara berjalan memakai sandal yang tinggi, menggunakan Kimono, menuangkan teh ke cangkir,menjaga kebersihan, sampai pilihan kata yang harus disampaikan untuk menghibur klien.
Kebudayaan masyarakat Jepang yang ulet dan disiplin tersebut dapat dilihat dari kehidupan Geisha. Inilah yang menjadi spirit untuk orang orang Jepang dalam membangun negaranya.


geisha tradisional



Itulah 2 bagian dari sekian banyak kebudayaan yang dimiliki oleh Jepang. Saya salut dengan orang orang Jepang karena dijaman era globalisasi modern ini mereka bisa terus menjaga bahkan melestarikan kebudayaan yang dimilikinya sejak jaman dahulu kala sampai saat ini.


Sumber