Jumat, 11 Oktober 2013

UML

            Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa pemodelan untuk menspesifikasikan,  memvisualisasikan, membangun dan mendokumentasi objek-objek dari sistem software untuk urusan pemodelan dan sistem non-software.UML merupakan sistem arsitektur yang bekerja dalam Object Oriented Analisis and Desain (OOAD).
       UML merupakan bahasa pemodelan paling sukses dari tiga object oriented yang telah ada sebelumnya, yaitu Booch, OMT, dan OOSE. UML merupakan kesatuan dari ketiga model pemodelan tersebut ditambah kemampuan lebih karena mengandung metode tambahan untuk mengatasi masalah pemodelan yang tidak dapat ditangani ketiga model tersebut.Dengan menggunakan UML dapat membantu tim proyek berkomunikasi, memeriksa potensi desain dan mensahkan arsitektur desain software.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa UML menyediakan sembilan jenis diagram, tetapi ada juga yang menyebutkan delapan, karena ada beberapa diagram yang digabung, misalnya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan digabung menjadi diagram interaksi. Namun, model-model diagram tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan sifatnya yaitu stastis atau dinamis. Jenis diagram tersebut antara lain : 

  1. Diagram Kelas (Class Diagram). Bersifat statis, diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas, antarmuka-antarmuka, kolabirasi-kolaborasi, serta relasi-relasi. Umumnya dijumpai pada pemodelan system berorientasi objek. 
  2. Diagram Paket (Package Diagram). Bersifat statis, diagram ini memperlihatkan kumpulan kelas-kelas.  
  3. Use CaseDiagrammerupakan serangkain langkah yang menggambarkan interaksi antar user dan system yang saling terkait.  Use Case digunakan untuk menunjukan hubungan (relationship) antar actor sebagai pengguna sistem dengan Use Case yang digunakan.
  4. Activity Diagrammemperlihatkan aliran dari suatu aktifitas ke aktifitas lainnya dalam suatu system. Diagram ini sangat penting digunakan dalam pemodelan fungsi-fungsi suatu system dan memberi tekanan pada aliran kendali antar objek.  
  5. Sequence Diagram. Bersifat dinamis, merupakan gambaran interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem. Sequence diagram juga digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkain langkah-langkah apayang seharusnya terjadi sebagai respon dari sebuah event untuk menghasilkan sesuatu didalam use case sebagai output. 
  6. Diagram Komunikasi (Communication Diagram). Diagram ini menekankan structural dari objek-objek yang menerima dan mengirim pesan. 
  7. Diagram Statechart. Memperlihatkan keadaan-keadaan pada system, memuat status (state), transisi, kejadian serta aktifitas. Selain itu diagram ini juga penting untuk memperlihatkan sifat dinamis dari antarmuka (interface), kelas, kolaborasi dan pada pemodelan system-sistem yang reaktif. 
  8. Diagram Komponen. Memperlihatkan organisasi serta kebergantungan system/perangkat lunak pada komponen-komponen yang telah ada sebelumnya. Diagram ini berhubungan dengan diagram kelas dimana komponen secara tipikal dipetakan ke dalam satu atau lebih kelas-kelas, antarmuka-antarmuka serta kolaborasi-kolaborasi. 
  9. Diagram Deployment (Deployment Diagram). Diagram ini memperlihatkan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run time). Memuat simpul-simpul beserta komponen-komponen yang ada didalamnya. Diagram ini berhubungan erat dengan diagram komponen dimana diagram ini memuat satu atau lebih komponen-komponen.  


sumber : Prabowo Pudjo Widodo Herlawati, UML Secara Luas Digunakan untuk Memodelkan Analisis & Desain Sistem Berorientasi Objek, Informatika, Bandung, 2011.

Lira | 14110044 | 4KA17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar