Selasa, 10 Desember 2013

enkripsi



·        Enkripsi
Enkripsi merupakan proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (yang disebut ciphertext). Enkripsi digunakan untuk menyandikan data-data atau informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak.
Proses Enkripsi


 



                                                                                                                                              
Secara matematis, proses atau fungsi enkripsi (E) dapat dituliskan sebagai:
            E(M) = Cdimana: M adalah plaintext (message) dan C adalah ciphertext.
            Proses atau fungsi dekripsi (D) dapat dituliskan sebagai : D(C) = M.

·        Algoritma Enkripsi
Ada 2 algortima , yaitu :
1.      Algoritma Simetris   :
            Suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan sama dengan kunci dekripsi sehingga algoritma ini disebut juga sebagai single-key algorithm.
            Sebelum melakukan pengiriman pesan, pengirim dan penerima harus memilih suatu suatu kunci tertentu yang sama untuk dipakai bersama, dan kunci ini haruslah rahasia bagi pihak yang tidak berkepentingan sehingga algoritma ini disebut juga algoritma kunci rahasia (secret-key algorithm).
Metode : DES (Data Encryption Standard)
2.      Algoritma Asimetris             :
            Suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi.  Pada algoritma ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key).  Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna. Walau kunci publik telah diketahui namun akan sangat sukar mengetahui kunci privat yang digunakan.
Metode : RSA (Rivest, Shamir, Adleman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar