Jumat, 10 Januari 2014

konflik lii dan staff



Konflik Lini dan staff
Konflik lini dan staff adalah konflik antara lini dan staff yang berhubungan dengan wewenang atau otoritas kerja. Konflik Lini dan Staff ini adalah konflik yang sering terjadi di dalam organisasi, biasanya konflik ini terjadi karena perbedaan pandangan para anggota Lini dan Staff.  Adanya perbedaan sikap antara orang lini dan orang staf :
1.      Orang staf cenderung memperluas wewenangnya dan cenderung memberikan perintah-perintah kepada orang lini untuk membuka eksistemsinya. Kemudian orang staf cenderung merasa yang paling berjasa untuk gagasan-gagasan yang diimplementasikan oleh lini, sebaliknya orang lini mungkin tidak menghargai peranan staf dalam membantu pemecahan masalah-masalahnya. Lalu orang staf selalu merasa dibawah perintah orang lini, dilai pihak orang lini juga selalu curiga bahwa orang staf ingin memperluas kekuasaannya.
2.      Perbedaan umur dan pendidikan juga dapat dikategorikan sebagi suatu penyebab mengapa orang lini dan orang staf selalu berseteru. Orang staf biasanya labih muda dan lebih berpendidikan daripada orang-orang staf, sehingga menimbulkan sesuatu yang biasa disebut dengnan “generation gap’.
3.      Perbedaan posisi . Karena manajemen puncak tidak mengkomunikasikan secara jelas luasnya wewenang staf dalam hubungannya dengan lini. Sehingga selalu terjadi kesalah pahaman dengan orang lini dan staf.
4.      Perbedaan tugas. Karena orang staf sangat spesialis dan lebih sering menggunakan bahasa dan istilah yang tidak dapat dipahami oleh orang lini. Sehingg aorang lini merasa bahwa staf spesialis tidak sepenuhnya mengerti masalah-masalah orang lini dan menganggap saran mereka tidak dapt diterapkan atau dikerjakan.
Konflik antara orang lini dan staf tersebut menyebabkan sering terjadinya hambatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan pada masing-masing. Sehinga kerja perusahaanpun agak sedikit terhambat. Untuk menyelesaikan konflik ini biasanya perusahaan kekuasaan, kompromi, serta penghalusan diri untuk meredam masalah tersebut. Namun bila konflik antara lini dan staf tersebut membawa pengaruh besar pada perusahaan, perusahaan tidak segan-segan untuk memutuskan hubungan kerja pada orang yang membuat konflik tersebut.

Pandangan Lini :
Para anggota lini berpendapat bahwa para anggota staf mempunyai empat keluarga. Diantaranya ialah :
a. Staf tidak boleh melampaui wewenang
b. Staf tidak memberiakan advis yang sehat
c. Staf menumpang keberhasilan lini
d. Staf mempunyai perspektif yang sempit
Pandangan Staf :
a. Lini tidak mau meminta bantuan staf pada waktu yang tepat
b. Lini menolak gagasan baru
c. Memberi wewenang yang terlalu kecil kepada staf
Berdasarkan pada kedua pandangan tersebut, maka muncullah sebuah.
Penanggulangan-Penanggulangan Konflik Lini Dan Staf. Diantaranya Ialah :
1. Penegasan tentang tanggung jawabnya
2. Pengintegrasian kegiatan-kegiatan
3. Mengajarkan lini untuk menggunaka staf
4. Mendapatkan pertanggung jawaban staf atas hasil-hasil yang diperoleh.

jenis konflik



Jenis-jenis Konflik Dalam Organisasi
Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok, konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.
1. Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal adalah konflikseseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. Sebagaimana diketahui bahwa dalam diri seseorang itu biasanya terdapat hal-hal sebagai berikut:
Sejumlah kebutuhan-kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing
Beraneka macam cara yang berbeda yang mendorong peranan-peranan dan kebutuhan-kebutuhan itu terlahirkan.
Banyaknya bentuk halangan-halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dan tujuan.
Terdapatnya baik aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi tujuan-tujuan yang diinginkan.
Hal-hal di atas dalam proses adaptasi seseorang terhadap lingkungannya acapkali menimbulkan konflik. Kalau konflik dibiarkan maka akan menimbulkan keadaan yang tidak menyenangkan.
Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :
Konflik pendekatan-pendekatan, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik.
Konflik pendekatan – penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan.
Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang dihadapkan pada satu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.
2. Konflik Interpersonal
Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara duaorang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi.
Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.
3. Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok
Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas kelompok dimana ia berada.
4. Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama
Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasi-organisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.
5. Konflik antara organisasi
Contoh seperti di bidang ekonomi dimana Amerika Serikat dan negara-negara lain dianggap sebagai bentuk konflik, dan konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.Konflik ini berdasarkan pengalaman ternyata telah menyebabkan timbulnya pengembangan produk-produk baru, teknologi baru dan servis baru, harga lebih rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

Kamis, 09 Januari 2014

perusahaan



Perusahaan : System lingkaran trtutup(dikendalikan u/ mncapai tujuan dgn menggunakan sstem umpan balik); System trbuka(brhubungn lgsg dgn lngkunganya yg mrpkn smbr pengambilan
Sumberdaya menjadi produk dan jasa); Lngkungn alsan utama kberadaan prusahaan; Perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungan.
  1. Masyarakat Keuangan Terhadap Perusahaan. Masyarakat Keuangan membutuhkan Data Laporan Keuangan Perusahaan, Data Profil Perusahaan, Data Legalitas Perusahaan 
  2. Perusahaan > Masyarakat Keuangan. Perusahaan membutuhkan Data Informasi Tingkat Suku Bunga , Data Prosedur dan Persyaratan Kredit, Data Legalitas Usaha dari Msyrkat Keuangan. 
  3. Perusahaan Terhadap Pemerintah. Perusahaan membutuhkan Kebijakan Pemerintah. 
  4. Pemerintah Terhadap Perusahaan. Pemerintah membutuhkan Data Keuangan Perusahaan Untuk Pajak,  DataJumlah Karyawan Untuk Jamsostek. 
  5. Masyarakat Global > Perusahaan. Wilayah Geografis Tempat Perusahaan Melaksanakan Oprasinnya. Perusahaan > Masyarakat Global, Perusahaan Membutuhkan Informasi Pasar untuk Pemasaran produk Perusahaan. 
  6. Pelanggan > Perusahaan. Pelanggan membutuhkan data produk, harga, kuantitas dan kualitas produk perusahaan. Perusahaan Terhadap Pelanggan, Perusahaan membutuhkan data pelanggan yang valid ; data dan legalitas Para Pelanggannya.
  7. Pesaing > Perusahaan. Pesaing membutuhkan Serangkaian Kebijakan Dan Programnnya.Perusahaan; pangsa pasar produk perusahaan yang beredar. 
  8. Perusahaan > Pesaing. Perusahaan membutuhkan Serangkaian Kebijakan Dan Programn Pesaingnya & membutuhkan pangsa pasar produk perusahaan yang beredar dari Pesaingnya. 
  9. Pemegang Saham > Perusahaan. Pemegang Saham membutuhkan Laporan Akhir Tahun Perusahaan & Laporan Keuangan Periodik Perusahaan. 
  10. Perusahaan > Pemegang Saham. Perusahaan membutuhkan Modal Kerja dari Para Pemegang Saham & kebijakan dan keputusan terhadap kelangsungan Perusahaan 
  11. Perusahaan Terhadap Sarikat Buruh. Perusahaan membutuhkan Tenaga Para Buruh untuk operasional Perusahaan & Kualitas SDM untuk menjalankan Sistem & Manajemen Perusahaan  yang berlaku.  
  12. Sarikat Buruh > Perusahaan, Sarikat Buruh membutuhkan Profile Perusahaan untuk Penilaian dan Pertimbangan, data Kebijakan Perusahan yang ada & data Upah Minimum yang ada di Perusahaan. 
  13. Pemasok > Perusahaan. Pemasok membutuhkan data para pemegang saham dari suatau Perusahaan & membutuhkan data Pemasaran dari Perusahaan. 
  14. Perusahaan > Pemasok, membutuhkan Pemasok untuk Menyediakan Material, Mesin Jasa Dan Informasi yg dgunakan oleh Perusahaan untuk Menghasilkan barang dan jasa.

Strategi dasar penggunaan teknologi informasi dalam bisnis



Strategi dasar penggunaan teknologi informasi dalam bisnis



  1. Strategi kepemimpinan dlm biaya. Penggunaan TI u/ mengurangi scr mndasar biaya proses bisnis; Penggunaan TI untuk menurunkan biaya pelanggan atau pemasok 
  2. Strategi diferensiasi. Mengembangkan brbagai fitur TI baru u/ mlkkn diferensiasi prduk dan jasa; Menggunakan berbagai fitur TI untuk mengurangi keunggulan diferensiasi para pesaing & mmfokuskn diri pda ceruk pasar yg dipilih. 
  3. Strategi inovasi. Membuat prduk dan kasa baru yg mmasukan brbagai komponen TI; Mngembangkn pasar baru/ceruk pasar yg unik dgn bntuan TI; perubahan radikal ats prss bisnis dgn TI yg scra dramatis akn mmangkas biaya, mningkatkan kualitas, efisiensi, layanan pelanggan, atau mempersingkat waktu ke pasar 
  4. Strategi pertumbuhan. u/ mngelola prluasan bisnis scra regional & global, mendiversifikasi serta mengintegrasikan produk, dll. 
  5. Strategi persekutuan. membuat organisasi virtual trdiri dari para mitra bisnis, Mengembangkan SI antar perusahan yg dhubungkan olh internet dan ekstranet yg akn mndukung hbngn bisnis strtegis dgn para pelanggan, pemasok, subkontraktor, dll.